Welcome

“Selamat datang di Website BEM Poltekkes Kemenkes Bengkulu”

 

Iklan

Selamat Hari Gerakan Sejuta Pohon

10 Januari merupakan tanggal peringatan hari Gerakan Sejuta Pohon, dimana gerakan ini bertujuan untuk mewujudkan lingkungan yang asri dan hijau serta bebas dari polusi. Pohon merupakan tumbuhan yang turut menyumbang oksigen terbesar bagi bumi, selain mencegah polusi pohon mampu menyelamatkan lingkungan dari banyaknya kerusakan serta bencana seperti banjir dan tanah longsor.

Pada 10 Januari 2019 yang lalu BEM Poltekes Kemenkes Bengkulu telah melaksanakan kegiatan menanam pohon di pantai pasir putih dengan tujuan ikut berkontribusi menyelamatkan lingkungan dari bahaya polusi serta bencana.

Sebagai manusia tentu kita sangat sadar akan pentingnya keasrian lingkungan, tak jarang kebanyakan orang mengidamkan lingkungan yang sehat, sejuk serta asri namun sedikit sekali yang sadar dan mau ikut andil dalam kegiatan menyelamatkan lingkungan. Padahal jika mau lingkungan asri tentu kita harus ikut andil dalam menyelamatkan lingkungan, bukan?

Hari Arbour (atau Arbour; dari arbor Latin, artinya pohon) Hari Gerakan Satu Juta Pohon adalah hari libur di mana individu dan kelompok didorong untuk menanam pohon. Saat ini, banyak negara merayakan liburan semacam itu. Diharapkan banyak masyarakat yang mulai terbuka dan sadar akan kepentingan lingkungan dan memulai gerakan menyelamatkan lingkungan.

Lalu selain tanam pohon apa saja cara untuk menyelamatkan lingkungan?

  1. Kamu bisa memulai dengan tidak membuang sampah sembarangan, ya, dengan cara ini kamu juga ikut membantu lho.
  2. Berhenti menggunakan plastik seperti pipet, kantung plastik dsb.
  3. Membawa sapu tangan, alias tidak menggunaka tissue, kamu tahu kan bahwa tissue terbuat dari kertas dan kertas asalnya dari pohon? Maka hentikan. Kamu bisa cari alternatif  lain dengan menggunakan sapu tangan.
  4. Membawa botol minum, totebag, tempat makan. Kamu membutuhkan itu, terutama tempat makan. Kamu bisa menghentikan penggunaan sterofoam dengan cara membawa tempat makan dan menempatkan makananmu ditempat itu ketimbang di sterofoam.
  5. Mengendalikan penggunaan asap entah itu asap kendaraan atau asap pembakaran lainnya.
  6. Membagikan momen saat kamu memulai gerakan mewujudkan lingkungan sehat. Ya, bagikan momen itu, ajak orang terdekatmu dan mulailah berbagilah juga membentuk kegiatan positif.

See?mudah bukan mewujudkan lingkungan yang asri, sejuk dan segar? Tentu saja sangat mudah. Mari ikut andil dalam menyelamatkan bumi, jika tidak di bumi dimanalagi kita bisa tinggal?

Peringatan Hari Gizi Nasional ke-59, BEM Poltekes Kemenkes Bengkulu di SDN-13 Babatan

“Nutrition isn’t just about eating, it’s about learning to live”-Patricia Comppt

Pada tanggal 25 Januari yang ditetapkan sebagai Hari Gizi Nasional ini menjadi hari penting bagi masyarakat untuk mengetahui serta mengingat bahwa pentingnya menjaga nutrisi yang masuk ke dalam tubuh kita.

Meski hingga saat ini, permasalahan gizi di Indonesia masih menjadi prioritas utama pemerintah. Namun, pemenuhan gizi bukan hanya tugas pemerintah saja. Melainkan orangtua, mulai dari kandungan. Pemenuhan gizi 1.000 hari pertama kehidupan manusia merupakan tanggung jawab orangtua.

Hanya saja, permasalahan gizi menjadi bahan perbincangan banyak orang di Indonesia saat ini. Itu karena, sejumlah daerah di Indonesia masih dilanda gizi buruk, seperti yang terjadi di Kabupaten Asmat Papua. Bahkan, pemerintah menetapkan Amat ke dalam KLB (Kejadian Luar Biasa).

Tentu, ini menjadi peringatan penting bagi pemerintah guna meningkatkan taraf hidup penduduk Indonesia di wilayah timur. Ya, agar penemuhan gizi anak-anak dapat tercukupi dan seimbang. Berdasarkan sejarah, persoalan gizi di Indonesia sudah terjadi sejak awal kemerdekaan bangsa Indonesia. Pada waktu itu, banyak masyarakat, khususnya anak-anak, yang menderita gizi buruk karena kemiskinan.

Bem Poltekes Kemenkes Bengkulu pada tanggal 25 Januari 2019 kemarin, telah melaksanakan peringatan Hari Gizi Nasional dengan mengadakan kegiatan sosialisasi cegah stunting, kemudian dilanjutkan dengan pembagian biskuit dan susu, serta penandatanganan komitmen yang dilakukan di SDN 13 babatan. Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan pentingnya nutrisi demi mencegah stunting.

Stunting sendiri adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun.

Ada tiga langkah sederhana untuk mencegah stunting pada anak. Yang pertama adalah memperhatikan asupan gizi yang cukup dan baik untuk ibu hamil dan menyusui. Selanjutnya memberikan nutrisi yang baik pada anak dan juga tetap memberikan ASI eksklusif minimal 6 bulan. Membiasakan pola hidup yang sehat seperti yang terkecil misalnya saja mencuci tangan pakai sabun. Senantiasa membersihkan lingkungan dan menjaga sanitasi selalu bersih.

Semua tentu tidak asing lagi dengan yang namanya nutrisi bukan? Terlebih lagi kita menjumpainya di kehidupan sehari-hari dalam kegiatan yang kita sebut makan. Ya, kita semua membutuhkan makan untuk melangsungkan kehidupan. Lalu bagaimana cara mensiati cara atau apa saja yang harus kita makan agar baik untuk tubuh dan tepat untuk menjadi kegiatan kelangsungan hidup.

Berikut ini cara pemenuhan nutrisi yang sehat dan simbang :

  • Nikmati Keanekaragaman Makanan

Keanekaragaman makanan yang dimaksud adalah saat makan pagi, siang, dan malam, asupan yang kita konsumsi harus mengandung 5 unsur, yaitu karbohidrat (nasi, roti, mie, gandum, jagung, umbi-umbian), protein hewani (ayam, ikan, seafood, daging sapi, dll), protein nabati (tahu, tempe, kacang-kacangan), sayur, dan buah.

  • Biasakan Mengonsumsi Lauk Pauk Berprotein Tinggi

Protein berperan penting bagi pertumbuhan dan perbaikan sel tubuh yang rusak, membantu mengatur metabolisme pada tubuh. Protein digunakan untuk menyeimbangkan cairan dalam tubuh dengan asam basa sehingga akan menciptakan kestabilan PH cairan pada tubuh kita. Protein mampu mengikat hemoglobin dan mengangkut oksigen dari dalam darah.

  • Konsumsi Sayur dan Buah

Orang Indonesia belum bisa mencapai target 100 persen. Menurut hasil Riskesdas 2013, tingkat kecukupan sayur baru 93,5 persen. Hasil ini menurun, karena pada 2007 konsumsinya mencapai 93,6 persen.

Padahal mengonsumsi sayur dan buah secara rutin sangat baik bagi tubuh, karena banyak mengandung antioksidan, mineral, dan vitamin yang dapat mencegah penuaan dini. Mengonsumsi buah dan sayur setiap hari dapat mengurangi risiko terserang penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, kanker, melancarkan sistem pencernaan, membantu meningkatkan fungsi penglihatan dan memori, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menguatkan tulang dan gigi.

  • Pilih Sumber Karbohidrat Yang Beragam

Karbohidrat adalah sumber energi bagi tubuh. Ketika Anda mengonsumsi karbohidrat, tubuh akan mengubahnya menjadi glukosa yang merupakan bahan bakar utama tubuh. Tubuh memerlukan karbohidrat karena zat ini memiliki beberapa manfaat terpenting. Selain dianjurkan makan seimbang, kita juga dianjurkan mengonsumsi berbagai jenis sumber karbohidrat yang bisa digilir sesuai waktu makan. Setiap jenis karbohidrat berbeda kandungan serat dan gulanya. Beras merah dan hitam sebenarnya lebih baik dibandingkan beras putih biasa, karena mengandung lebih banyak serat rendah gula, cocok untuk penderita diabetes dan orang yang sedang berdiet. Selain itu, beras hitam mengandung protein, kalium, antioksidan, dan vitamin E lebih tinggi dari jenis beras lainnya.

  • Batasi Konsumsi Makanan Manis, Asin, dan Berlemak Tinggi

Produk kue dan roti yang dilapisi krim dan coklat, camilan keripik, fast food, dan lainnya harus dibatasi jumlah konsumsinya karena miskin gizi atau zat gizi yang terkandung di dalamnya tidak beragam. Makanan tersebut juga mengandung banyak kalori, lemak, dan rendah protein, sehingga bisa memicu penyakit degeneratif (jantung, stroke, hipertensi) di kemudian hari.

  • Biasakan Sarapan

Sarapan sangat penting agar otak kita siap menjalani aktifitas sepanjang hari. Sarapan juga bisa mencegah kelebihan berat badan, karena jika tidak sarapan, kita akan lebih lapar dan cenderung melampiaskannya waktu makan siang. Akibatnya, makan siang menjadi tidak terkontrol dan memicu kelebihan berat badan.

  • Minum Air Putih Yang Cukup

Dianjurkan untuk minum air putih bersih dan aman minimal 8 gelas sehari agar tubuh tidak dehidrasi. Air diperlukan untuk mengedarkan berbagai zat gizi ke seluruh tubuh.

  • Biasakan Membaca Label pada Kemasan Makanan

Hal yang perlu kita cek jika membaca label kemasan adalah informasi gizi dan tanggal kadaluarsa. Tidak sedikit supermaket atau pasar yang menjual makanan yang sudah kadaluarsa.

  • Cuci Tangan Sebelum Makan dengan Air Mengalir

Kebiasaan mencuci tangan di Indonesia sudah mengalami peningkatan yang signifikan. Sebagian besar masyarakat sudah menyadari pentingnya mencuci tangan sebelum makan. Hal itu dibuktikan dengan hasil Riskesdas 2013 mengenai kebiasaan mencuci tangan yang mencapai 47 persen, dibandingkan pada 2007 yang hanya 23,2 persen.  

  • Lakukan Olahraga Teratur dan Mempertahankan Berat Badan Ideal

Cukup lakukan olahraga selama 30 menit setiap 3-5 kali seminggu. Memenuhi gizi seimbang, tidak serumit yang Anda bayangkan, bukan? Mulailah perhatikan hal yang sederhana, seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, selalu bersyukur akan apa yang dimakan, serta mengonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup.

Itulah beberapa hal tentang Hari Gizi Nasional. Semoga artikel ini dapat membantu.

Foto-Foto Pemimpin dan Ketua ORMAWA Poltekkes Kemenkes Bengkulu

direktur

Direktur

pudir i.jpg

Pudir I

pudir ii

Pudir II

pudir iii

Pudir III

kasubag adum.jpg

Kasubag Adum

kasubagadak.jpg

Kasubag Adum

kajur perawat.jpg

Kajur Keperawatan

kajur bidan.jpg

Kajur Bidan

kajur gizi.jpg

Kajur Gizi

kajur analis

Kajur Analis

kajur kesling

Kajur Kesling

kajur promkes

Kajur Promkes

ka prodi gizi.jpg

Kaprodi D III Gizi

kaprodi d4 perawat.jpg

Kaprodi DIV Keperawatan

kaprodi bidan.jpg

Kaprodi DIV Bidan Ahli Jenjang

WhatsApp Image 2018-07-29 at 16.48.56

Ketua DPM

 

 

akd

Ketua BEM 2018

yogi

HMJ Keperawatan

rigita

HMJ Kebidanan

bela

HMJ Gizi

noven

HMJ Analis

rama

HMJ Kesehatan Lingkungan

ulfah

HMJ Promosi Kesehatan

PUTRI

HMP Keperawatan Curup

ATIKAH

HMP Kebidanan Curup